Lompat ke konten utama
Shanghai Travel

Transportasi

Ulasan Bandara Pudong: pengalaman sebenarnya setelah mendarat

Ulasan Bandara Pudong: sebuah bandara internasional besar yang skalanya, papan penunjuknya dan kebersihannya benar-benar solid, tetapi kelemahannya juga nyata, terlalu jauh dari pusat kota, jalan kaki dari pusat transportasi ke terminal terasa panjang, antrean imigrasi pada jam sibuk panjang, dan perpindahan antara dua terminal tidak mudah. Artikel ini hanya menilai bandaranya sendiri, tidak mengulang rute masuk kota.

Terakhir diperbarui4 menit baca

Bandara Internasional Pudong

Bandara Internasional Pudong adalah bandara internasional utama Shanghai, dan sebagian besar penerbangan antarbenua lepas landas serta mendarat di sini. Soal cara masuk kota, situs ini membahasnya di perbandingan Pudong atau Hongqiao dan jawaban soal mendarat lalu masuk kota; artikel ini hanya menilai bandaranya sendiri.

Bagian yang baik: bandara ini memang berperilaku seperti bandara besar modern

Yang pertama adalah skala. Langit-langitnya tinggi dan kedalamannya besar, ruang di lantai kedatangan maupun keberangkatan sama-sama menyisakan kelonggaran, sehingga setelah mendarat Anda tidak langsung terhimpit, dan suasana saat menyeret bagasi jadi jauh lebih baik.

Yang kedua adalah papan penunjuk. Dua bahasa, Mandarin dan Inggris, konsisten sepanjang jalan, dan arahan ke pintu keluar, pengambilan bagasi serta kereta langsung dan tidak berbelit. Yang ketiga adalah kebersihan: lantai, toilet dan area tunggu terpelihara, dan pada malam hari pun masih terlihat petugas kebersihan bekerja. Yang keempat adalah bagian setelah pemeriksaan keamanan: tempat makan dan toko tersebar luas, kursi dan colokan pengisian daya cukup rapat, sehingga waktu menunggu pesawat tidak sulit diisi.

Bagian yang buruk: jarak, jalan kaki, antrean dan harga

Terlalu jauh dari pusat kota adalah masalah terbesar: pada siang hari pun kalau semuanya lancar perlu lebih dari satu jam, pada malam hari dan hari hujan lebih lama lagi; orang yang hanya punya dua atau tiga hari di Shanghai kehilangan setengah hari untuk masing-masing arah.

Yang kedua adalah jalan dari pusat transportasi darat ke terminal. Papannya tidak sulit diikuti; jalannya memang panjang, dan menyeret koper sepanjang itu terasa lebih berat daripada yang terlihat di peta; kalau gerbang kepulangan berada di gedung satelit, masih ada tambahan satu perjalanan kereta antar-terminal. Yang ketiga adalah antrean imigrasi pada jam sibuk: alurnya jelas, tetapi Anda harus berdiri menunggu, dan kecepatan antrean bergerak bergantung pada berapa banyak pesawat yang mendarat bersamaan. Yang keempat adalah kedua terminal utama yang terpisah: bisa ditempuh dengan berjalan kaki, tetapi ditambah pemeriksaan keamanan ulang, perpindahan antar-terminal tidak mudah. Yang kelima adalah harga di dalam gedung yang umumnya lebih mahal daripada di pusat kota. Yang keenam adalah area publik sebelum pemeriksaan keamanan, tempat kursi yang nyaman sangat sedikit; sofa dan kursi rebah hampir semuanya berada setelah pemeriksaan. Yang terakhir adalah bahasa: toko bebas bea dan restoran jaringan biasanya bisa berbahasa Inggris, tetapi di meja penukaran uang, kartu telepon dan meja informasi, bertemu petugas yang hanya bisa berbahasa Mandarin adalah hal biasa.

Menilai proses kedatangan bagian demi bagian

Bagian pertama adalah turun dari pesawat dan berjalan; ruas dari garbarata ke pintu imigrasi itulah skala bandara ini, tidak bisa dipercepat. Bagian kedua adalah urusan kesehatan dan imigrasi; pengisian dan pemeriksaannya tidak rumit, yang menentukan pengalaman adalah berapa banyak pesawat yang mendarat bersamaan; mengisi informasi yang perlu sebelum turun bisa menghemat banyak waktu. Bagian ketiga adalah menunggu bagasi; di sekitar ban berjalan suasananya tertib dan jelas, waktu yang tepat untuk sekaligus mengurus data dan pembayaran. Bagian keempat adalah bea cukai, biasanya lebih lancar daripada imigrasi, cukup keluar lewat jalur biasa. Bagian kelima adalah memutuskan cara pergi: keputusan ini harus diambil di sini, dan di sinilah orang-orang yang mencari penumpang paling mudah mendekati Anda; berapa pun harga yang mereka sebutkan, tidak menggubrisnya adalah sikap yang benar, dan titik penjemputan resmi selalu lebih bisa diandalkan daripada sapaan siapa pun di dalam aula.

Transit ke penerbangan domestik, dan kenyataan menginap semalam

Transit ke penerbangan domestik ditentukan dua hal. Pertama adalah terminal: bila segmen domestik dan internasional tidak berada di gedung yang sama, perpindahan di antaranya dan pemeriksaan keamanan ulang harus diperhitungkan. Kedua adalah waktu: ketidakpastian antrean imigrasi, menunggu bagasi dan jalan kaki antar-gedung kalau dijumlahkan membuat koneksi yang singkat lebih berisiko daripada kelihatannya.

Kenyataan menginap semalam dan transit adalah begini: bandara beroperasi sepanjang hari, tetapi pada malam hari toko, tempat makan dan meja layanan umumnya sudah tutup, dan tempat yang bisa diduduki sebagian besar berupa kursi keras. Pilihan yang nyaman hanya sedikit: area istirahat berbayar di dalam gedung, atau menginap satu malam di hotel sekitar bandara.

Siapa yang sebaiknya memilihnya, siapa yang sebaiknya menghindarinya

Yang cocok adalah orang yang jadwalnya longgar dan menganggap hari mendarat sebagai setengah hari; penumpang yang hanya transit atau berganti pesawat dan memang tidak akan masuk kota; serta orang yang penginapan atau urusannya memang di sisi Pudong.

Yang sebaiknya menghindarinya adalah orang yang hanya punya dua atau tiga hari di Shanghai dan kebetulan dapat penerbangan pagi: dua kali lintasan membuat perjalanan terpotong-potong, dan orang yang peka terhadap biaya juga akan kecewa. Kalau bandaranya tidak bisa diganti, caranya adalah menempatkan malam pertama dan malam terakhir di dekat bandara atau di sepanjang jalur Metro Jalur 2.

Kesimpulan: Bandara Pudong beroperasi dengan baik dan papannya jelas, dan penantian serta jalan kaki setelah mendarat adalah harga yang melekat padanya. Baik atau tidaknya bandara ini pada dasarnya bergantung pada berapa banyak waktu yang Anda berikan: kalau waktu longgar, semuanya lancar; kalau jadwal ketat, ia menjadi beban.